June 16, 2022

Harga Tiket Pesawat Meroket, ini Penyebabnya !

 

Harga tiket pesawat di dunia -termasuk Indonesia- yang belakangan lebih mahal dari sebelumnya, menjadi perbincangan publik. Banyak pihak mengeluhkan kondisi tersebut, mengingat saat ini aktivitas penerbangan mulai aktif kembali. Namun sayangnya, memperoleh tiket pesawat dengan harga terjangkau justru kian sulit. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga seluruh warga dunia. Lantas, apa penyebab harga tiket pesawat melambung tinggi?

Pertama, adanya kenaikan harga bahan bakar atau avtur yang kemudian dimasukkan dalam hitungan harga tiket di setiap jasa penerbangan. Perhitungan tersebut tidak hanya mempertimbangkan harga avtur, melainkan biaya ground handling, navigasi, dan lalu lintas udara.

Kedua, adanya peningkatan pada kebutuhan jasa penerbangan yang tidak seimbang dengan penawaran, karena sejumlah maskapai menurunkan kapasitasnya -jumlah pesawat dan kursi terbatas- akibat pandemi COVID-19. Situasi di mana jumlah permintaan lebih besar daripada penawaran, maka menyebabkan kekurangan suatu produk/jasa yang berakibat pada meningkatnya harga produk/jasa tersebut.

Ketiga, tren kenaikan harga tiket pesawat terjadi setelah pandemi melonggar. Melansir Bisnis.com, dari data studi Mastercard Economics Institute menemukan fakta bahwa biaya penerbangan dari Singapura rata-rata 27 persen lebih tinggi pada April 2022 dibandingkan tahun 2019. Sedangkan, dari Australia 20 persen lebih tinggi.

Keempat, sejumlah maskapai yang sempat menganggur karena keterbatasan penerbangan selama pandemi, butuh waktu untuk bangkit kembali. Mengingat, banyaknya perbaikan dan penyesuaian yang harus dimatangkan lebih lanjut. Ditambah, selama pandemi COVID-19, ratusan ribu pilot, pramugari, ground handler, dan staf penerbangan lainnya kehilangan pekerjaan. Kondisi tersebut belum memungkinkan bagi maskapai untuk memaksimalkan penerbangan sesuai permintaan pasar saat ini.

Kelima, dengan minimnya jumlah pesawat yang terbang menyebabkan pemesanan kursi penumpang lebih sedikit. Jika dibiarkan penjualan kursi dengan harga normal, maka tidak cukup untuk memenuhi biaya pemulihan dan lainnya.

Keenam, khusus penerbangan domestik di Indonesia, Kementerian Perhubungan telah memberi izin maskapai penerbangan untuk menetapkan fuel surcharge -biaya tambahan bahan bakar- kepada konsumen terhitung sejak 18 April 2022, yang membuat harga tiket lebih mahal. Mengutip Katadata.co.id, Ketua Umum Asosiasi Travel Indonesia (Asita), Nunung Rusmiati, mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebelumnya telah menetapkan ketentuan batas tarif bawah dan atas. Hanya saja, saat ini tarif yang digunakan untuk tiket pesawat domestik adalah harga yang tertinggi.

PERBANDINGAN HARGA TIKET PESAWAT

Seperti disebutkan sebelumnya, harga tiket pesawat merangkak naik bukan hanya pada tujuan penerbangan ke luar negeri. Harga tiket pesawat domestik juga lebih mahal dari tarif rata-rata. 

PENERBANGAN DOMESTIK

Tiket Jakarta-Bali

  • Sebelum: Mulai dari Rp500 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp1 jutaan*

Tiket Jakarta-Yogyakarta

  • Sebelum: Mulai dari Rp300 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp800 ribuan*

Tiket Jakarta-Bandung

  • Sebelum: Mulai dari Rp200 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp2 jutaan*

Tiket Jakarta-Medan

  • Sebelum: Mulai dari Rp500 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp1 jutaan*

PENERBANGAN INTERNASIONAL

Tiket Jakarta-Singapura

  • Sebelum: Mulai dari Rp600 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp3 jutaan*

Tiket Jakarta-Malaysia

  • Sebelum: Mulai dari Rp600 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp4 jutaan*

Tiket Jakarta-Thailand

  • Sebelum: Mulai dari Rp900 ribuan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp6 jutaan*

Tiket Jakarta-Korea

  • Sebelum: Mulai dari Rp2 jutaan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp14 jutaan*

Tiket Jakarta-Jepang

  • Sebelum: Mulai dari Rp3 jutaan*
  • Sesudah: Mulai dari Rp8 jutaan*

Source : pegipegi.com

#AstrindoTravelSevices #Astrindo #AstrindoPromo #AstrindoTravel